Cara Memisahkan Keuangan Pribadi dan Usaha untuk UMKM
"Usaha jalan terus, tapi uangnya ke mana ya?" Pertanyaan ini sering muncul karena uang usaha dan uang belanja rumah tangga bercampur di satu dompet. Akibatnya, pemilik tidak tahu apakah usahanya benar-benar untung.
1. Buka rekening khusus usaha
Gunakan satu rekening atau dompet digital khusus untuk semua uang masuk dan keluar usaha. Hubungkan QRIS dan pembayaran pelanggan ke rekening ini saja.
2. Gaji diri sendiri
Tentukan gaji bulanan untuk pemilik, lalu transfer ke rekening pribadi pada tanggal yang sama setiap bulan. Uang pribadi diambil dari gaji ini, bukan dari kas usaha sewaktu-waktu.
3. Catat setiap transaksi
Catat pemasukan dan pengeluaran setiap hari, sesederhana apa pun. Buku tulis, spreadsheet, atau aplikasi pencatatan sama baiknya selama dilakukan rutin. Simpan foto nota pembelian bahan.
4. Pisahkan kas untuk keperluan tertentu
- Modal putar untuk belanja bahan.
- Dana cadangan untuk kebutuhan mendadak, misalnya alat rusak.
- Biaya tahunan seperti perpanjangan izin, domain, atau website, disisihkan sedikit tiap bulan.
5. Hitung laba rugi bulanan
Di akhir bulan, jumlahkan pemasukan dan kurangi seluruh pengeluaran usaha, termasuk gaji pemilik. Hasilnya adalah laba bersih yang sebenarnya. Angka ini menjadi dasar untuk menambah stok, menaikkan harga, atau berekspansi.
6. Jangan memakai kas usaha untuk utang pribadi
Jika terpaksa meminjam dari kas usaha, catat sebagai utang pemilik dan kembalikan. Disiplin kecil ini membuat usaha tetap sehat.
Dengan catatan yang rapi, Anda juga bisa menentukan harga jual secara lebih akurat.
Mulai online hari ini
Wirausaha Online menyediakan website usaha siap pakai mulai Rp365.000 per tahun (paket Mikro), atau Rp150.000 per tahun untuk satu halaman promosi (paket Landing Page). Semua paket sudah termasuk alamat nama-usaha.wirausaha.online, builder untuk mengubah isi kapan saja, serta maintenance tanpa biaya tambahan. Pembayaran memakai QRIS.
Lihat paket & harga · Jelajahi contoh website · Pesan sekarang